Minggu, 29 November 2009

ARTIKEL BUDAYA INDONESIA angklung

Kesenian Tradisional Angklung

Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus, yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional. Namun karena bunyi-bunyian yang ditimbulkannya sangat merdu dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional seperti bunyi yang bertangga nada duremi fa so la si do, maka angklung pun cepat berkembang, tidak saja dipertunjukan lokal tapi juga dipertunjukan, nasional dan internasional. Bahkan konon kabarnya pertunjukan angklung pernah digelar dihadapan Para pemimpin Negara pada Konferensi Asia Afika di Gedung Merdeka Bandung tahun 1955.
Jumlah pemain angklung bisa dimainkan oleh sampai 50 orang, bahkan sampai 100 orang dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya seperti; piano, organ, gitar, drum, dan lain-lain. Selain sebagai alat kesenian, angklung juga bisa digunakan sebagai suvenir atau buah tangan setelah dihiasi berbagai asesoris lainnya.

Dalam bentuknya yang tradisional, angklung dikenal secara terbatas di Jawa sebagai alat musik ritual yang dimainkan berkelompok. Para pemain menggetarkan angklung lebih pada tujuan menciptakan ritmik. Sebagai alat musik tradisional, angklung bukanlah merupakan alat musik populer, bahkan hampir punah dan hanya dimainkan oleh pengemis.
Walau secara teoretis satu set angklung yang digantung berbaris dapat dimainkan oleh satu orang demi tujuan efisiensi, gagasan modern tentang angklung tetap berpegang pada asas solidaritas dan komunalitas yang selalu ada dalam konteks kehidupan masyarakat tradisional. Angklung adalah musik pertunjukkan dengan nilai individualitas dimana setiap pemain sekaligus menonton dirinya sendiri pada pemain lainnya. Kedua, bentuk angklung, bahan, dan prinsip mekanika angklung tetap mengandalkan warisan teknologi tradisi yang dipertahankan yaitu resonansi tabung bambu yang digetarkan.

Contoh alat musik angklung:
http://www.fascinatingmalaysia.com/gifs/unik/angklung.jpg

http://antoys.files.wordpress.com/2009/04/angklung1.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar